Selasa, 11 Agustus 2009

KEINDAHAN RAMADHAN

marhaban bikum...
sahabat.... hampir setahun lamanya aku menunggu mu, kini saat nya engkau bersamaku lagi walau hanya sebentar.. aku bahagia sekali dapat bersamamu lagi. aku iNGIN menjamu mu kali ini dengan jamuan yang terbaik. akan aku siapkan segalanya untuk mu. pakaianku akan kubersihkan, diriku akan ku perindahkan agar engkau senang dan tuanmu lebih senang. karena aku tahu dari dulu tentang kamu bahwa kamu itu sumringah dari yang lain. pa lagi bila aku ketemu dengan tuan mu nanti maka pasti dia lebih meridhoi. kan nabiku pernah bersabda " sesungguhnya Allah itu indah dan dia menyukai keindahan" begitu bukan?? sekarang aku mempersilahkan kamu masuk dengan sambutan hangatku niscaya kamu pasti bahagia. kedatangan ditunggu walau tanpa diundang. banyak cara orang melayanimu ketika bertamu. adaklanya mereka menyiapkan aneka macam hidangan yang lezat semuanya special for you. adakalanya dengan perut kosong sembari menahan diri melihat kecantikan mu padahal cintanya murni untuk mu dan tentunya tuanmu. itulah pertanda bahkan bukti nyata kamu lebih baik dari yang lain. orang2 berlomba berbuat baik dengan kamu karena mereka tau tuanmu akan memberikan balasan yang berlipat ganda bahkan tidak terhingga. tapi tuanmu memang menyiapkan orang2 seperti kami, Sahabat yang baik hati.. dan diberkahi.. selamat datang ya ramadhan. marhaban bikum... semoga puasa ku bersamamu akan membawa takwa; suatu pakaian yang tidak pernah pudar dan kendaraan yang tidak pernah lalai.. amin Ya Rabbal Alamin..

RAHASIA KHUSYU' DALAM SHOLAT

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk solatnya.
Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang
dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.

Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya :
"Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?"

Hatim berkata : "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu' zahir dan batin."

Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"

Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air.
Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-

1. bertaubat

2. menyesali dosa yang dilakukan

3. tidak tergila-gilakan dunia

4. tidak mencari / mengharap pujian orang (riya')

5. tinggalkan sifat berbangga

6. tinggalkan sifat khianat dan menipu

7. meninggalkan sifat dengki


Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap
kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di
sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula
bahawa aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Sirratul Mustaqim' dan aku menganggap bahawa solatku
kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.


Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu',
aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat
selama 30 tahun."

Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila
dibandingkan dengan Hatim.























NIH dari atas adalah gambarku bersama al-Muqarram ustadz Koko Liem dalam acara peringatan isra'wal mi'raj tnggal 22 juli kemarin,,sy juga berpose bareng ma presiden BEM PTIQ yang baru dilantik...gak terkecuali sy yang merupakan pengurus baru Masjid PTIQ.. wah senang banget acara bisa diadakan semeriah mungkin..dengan kesolidan dan loyalitas temen DKM (dewan kepengurusan masjid)...darul Qur'an.. PTIQ. moga agenda masjid selanjutnya dapat dilaksanakan dengan baik dan mulus2 saja....

sedangkan dibawah, gambarku bersama pembantu rektor 1 PTIQ.. serta presiden BEM 09-010.. Purek 1 begitu bangga atas antusiasme DKM dan warga dalam acaara tersebut...ini terliat ketika dalam penyampaian sambutan, beliau tersenyum manis dan hampir gelak seraya mengatakan " saya kira acara pada malam ini adalah acara yang paling meriah dan seru dari tahun2 kemarin" wah DKM ikut bangga dengan pujian yang dilontarkan oleh pak muntaha azhari alias pak mun, panggilan akrab kami untuk purek 1 ini ...tapi bagi saya itu merupakan tolok ukur untuk lebih memajukan kinerja kepengurusan tahun ini....apapun pujiannya kami mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga dari seluruh yang terlibat dalam acara ini./..