Jumat, 29 Mei 2009

nafsu yang merajai manusia

apakah perbedaan antara manusia dengan hewan? pada dasarnya manusia dan hewan sama2 mempunyai satu materi atau satu unsur yang sama yaitu nafsu...nafsu itu diciptakan oleh tuhan supaya manusia dan hewan bisa merasakan nikmat tuhan, sehingga timbullah perasaan yang menyenangkan dalam hati..manakala bagi hewan dengan nafsu itu ia bisa hidup didunia dan bisa merasakan kenikmatan.
tetapi ada satu hal yang melebihkan manusia dari makhluk yang bernama hewan yaitu akal. dengan akal inilah manusia menjadi makhluk yang sempurna penciptaannya dan sekaligus mendapat titah sebagai khalifah Allah dimuka bumi ini. bayangkan kalau saja manusia tidak memiliki akal apa yang akan terjadi dengan dunia ini? sudah barang tentu tidak ada pervedaan sedikitpun dengan hewan/binatang bukan?
manusia dengan akal bisa tau mana yang termasuk tindakan susila dan asusila, dan senantiasa terjaga kreativitasnya..lihat saja kita bisa belajar banyak dari pada hewan dalam waktu yang sama.
terlepas dari itu semua, ternyata nafsu dalam diri manusia lebih besar KBnya dari nafsu hewan, kalau nafsu mnusia mencapai 1000 KB maka hewan hanya 500 KB mungkin,, buktinya dari segi selera makan saja, apa yang tidak untuk manusia, mulai dari nasi sampai kepada kaca bahkan daging manusia seperti yang terjadi di korea-bayi dijadikan sup direstoran korea. makanya manusia disebut makhluk omnivora. smentara hwan hanya memakan makanan tertentu, bisa makan daging atau tumbuhan..hebat bukan?
pada hari ini kita lihat peran nafsu sangat dominan dari akal...sehingga lambat laun akal nya tidak berfungsi bahkan mati. buktinya kejahatan moral atau amoral adalah satu dari sekian ribu kehendak nafsu termasuk juga free sex..
alkisah, nabi yusuf juga pernah dipancing nafsunya oleh zulaikha. pada waktu itu zulaikha baru pertama kali melihat seorang pria yang rupawan sangat tampan sehingga diibaratkan bulan dan sebelas bintang sujud kepadanya dalam mimpinya, tetapi berkat akal yang dikendalikan Allah maka yusuf bisa selamat dari itu semua. begitulah seharusnya kepribadian seorang yang berakal agar ia bisa mengontrol diri dengan lebih baik

Tidak ada komentar: